JALUR JATIM adalah inovasi kebijakan untuk mengawal transisi lulusan SMA/SMK Jawa Timur menuju kerja, magang, studi lanjut, atau wirausaha. Tracer dikembangkan dari sekadar pelaporan menjadi pemicu asesmen, pendampingan, rujukan, dan tindak lanjut hingga outcome lulusan terverifikasi.
Policy brief ini membahas kesenjangan antara pengetahuan kebencanaan, kelengkapan dokumen kesiapsiagaan, dan kemampuan nyata aparatur dalam menghadapi bencana di tempat kerja. Berdasarkan survei BPSDM Provinsi Jawa Timur tahun 2023 serta monitoring tindak lanjut Disaster Leadership Academy (DiLA) tahun 2024, penguatan kompetensi teknis Tim Siaga Bencana masih menjadi kebutuhan utama. Rekomendasi yang ditawarkan adalah pelembagaan audit kesiapsiagaan bencana secara berkala dan mengikat, dengan sertifikasi kompetensi sebagai indikator utama, didukung sinergi BPBD, BPSDM, dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga keselamatan serta keberlanjutan pelayanan publik.
Policy brief ini mengkaji peluang penerapan tax clearing Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Alat Berat (PAB) dalam pengadaan jasa konstruksi untuk meningkatkan kepatuhan pajak daerah. Menggunakan kerangka Slippery Slope yang menyeimbangkan kekuatan otoritas dan kepercayaan wajib pajak, kajian ini menyoroti risiko penerapan persyaratan secara kaku, termasuk kesalahan data, berkurangnya kompetisi, dan terhambatnya akses penyedia. Rekomendasi utamanya adalah tax clearing berbasis status kepatuhan dan risiko melalui integrasi data, validasi, klarifikasi, serta tindak lanjut yang proporsional agar peningkatan kepatuhan berjalan seiring dengan pengadaan yang adil dan transparan.
Policy brief ini membahas strategi penguatan hilirisasi pangan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan dan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat logistik pangan nasional. Besarnya potensi produksi pertanian belum sepenuhnya diikuti perkembangan industri pengolahan, keterpaduan rantai pasok, efisiensi distribusi, pemanfaatan teknologi digital, dan pemerataan investasi agroindustri. Berdasarkan analisis SWOT dan IFAS–EFAS, kajian ini merekomendasikan pengembangan kawasan agroindustri pangan terpadu, integrasi rantai pasok, Jatim Smart Food System, percepatan investasi agroindustri, serta penguatan Jatim Food Logistics Hub untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Artikel ini mengkaji hubungan kapabilitas manajemen pengetahuan dan teknologi informasi dengan kelincahan serta kinerja organisasi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Cabang Dinas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menggunakan analisis deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM), penelitian melaporkan bahwa kedua kapabilitas tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelincahan maupun kinerja organisasi. Kelincahan organisasi juga berperan sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Temuan ini menekankan pentingnya penerapan pengetahuan, pemanfaatan teknologi secara proaktif, serta kemampuan merespons perubahan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Policy brief ini mengusulkan JATIM Disaster Intelligence System (J-DIS) sebagai model tata kelola integrasi data kebencanaan berbasis Artificial Intelligence untuk mendukung pengambilan keputusan pemerintah yang cepat, akurat, dan adaptif. Usulan ini merespons fragmentasi data antarinstansi, keterbatasan interoperabilitas, serta belum optimalnya analisis prediktif dan koordinasi lintas sektor. J-DIS dirancang untuk mengolah data multisumber menjadi informasi strategis bagi analisis risiko, peringatan dini, dan dukungan keputusan dengan tetap melibatkan pengawasan manusia. Implementasinya direkomendasikan melalui penguatan regulasi, kelembagaan, infrastruktur digital, kapasitas aparatur, dan kolaborasi multipihak guna memperkuat ketangguhan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.
Policy brief ini mengusulkan “SATU JATIM INOVASI” sebagai ekosistem kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperluas dampak inovasi daerah. Usulan ini merespons inovasi yang masih berkembang secara sektoral, belum optimalnya pemanfaatan hasil riset, serta terbatasnya keterhubungan antara kebutuhan pembangunan, potensi usaha, dan aspirasi masyarakat. Melalui pendekatan Quadruple Helix, kebijakan diarahkan pada pembentukan forum kolaborasi, penyusunan peta jalan dan prioritas inovasi, pengembangan dashboard digital terintegrasi, serta sistem insentif, hilirisasi, dan replikasi. Integrasi tersebut diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan publik, nilai tambah potensi daerah, dan daya saing Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.
Policy brief ini membahas penguatan transformasi digital untuk meningkatkan produktivitas, skala usaha, dan daya saing global UMKM Jawa Timur. Persoalan utama yang diidentifikasi adalah belum terintegrasinya program pengembangan usaha, keterbatasan kompetensi digital, lemahnya kemitraan industri, serta belum optimalnya pemanfaatan data. Rekomendasi utamanya adalah pembentukan Pusat Pengembangan Ekonomi Kreatif dan UMKM Berbasis Digital yang mengoordinasikan pendampingan, legalitas, pembiayaan, pengembangan produk, pemasaran, kemitraan industri, dan fasilitasi ekspor. Kebijakan ini diarahkan agar digitalisasi menghasilkan peningkatan omzet, produktivitas, lapangan kerja, dan nilai tambah produk lokal secara terukur.
Policy brief ini mengusulkan JATIM GRADUASI 360° sebagai kerangka integrasi program lintas perangkat daerah dan kabupaten/kota untuk mempercepat kemandirian ekonomi keluarga miskin. Pendekatan ini memanfaatkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), diagnosis kebutuhan keluarga, intervensi produktif, pendampingan, serta akses pasar dan rantai nilai. Melalui prinsip satu keluarga, satu profil, satu rencana graduasi, dan satu ekosistem pendukung, kebijakan diarahkan untuk meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan serta mengurangi risiko kembali miskin. Keberhasilan diukur melalui perubahan kesejahteraan, produktivitas, keterhubungan dengan pasar, dan ketahanan ekonomi keluarga.
Policy brief ini menawarkan inovasi JATIM CONNECT sebagai kerangka integrasi ekosistem logistik untuk memperkuat peran Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara yang menghubungkan Jawa, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Indonesia Timur. Meskipun memiliki infrastruktur transportasi dan basis industri yang kuat, Jawa Timur masih menghadapi tantangan konektivitas multimoda, efisiensi distribusi, pemerataan akses wilayah, serta fragmentasi data dan tata kelola. Melalui tiga pilar utama, yaitu CONNECT PHYSICAL, CONNECT DATA, dan CONNECT GOVERNANCE, JATIM CONNECT diarahkan untuk mengoptimalkan infrastruktur yang sudah tersedia, mengintegrasikan informasi logistik, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna menurunkan biaya distribusi, meningkatkan keandalan rantai pasok, dan memperluas daya saing ekonomi daerah.
Policy brief ini membahas pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi peningkatan daya saing Jawa Timur dalam mewujudkan Gerbang Baru Nusantara. Meskipun pembangunan manusia menunjukkan perkembangan positif, masih terdapat tantangan berupa kesenjangan kualitas SDM antarwilayah, ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja, serta belum terintegrasinya sistem pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan industri. Sebagai solusi, policy brief ini menawarkan inovasi kebijakan JATIM TALENTA (Jawa Timur Talent and Skills Ecosystem), yaitu ekosistem pengembangan talenta lintas sektor yang mengintegrasikan data kompetensi, pendidikan vokasi, pelatihan kerja, sertifikasi, kemitraan industri, dan kebutuhan ekonomi wilayah. Inovasi ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, memperkuat hilirisasi, memperluas kesempatan kerja berkualitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan.
Policy brief ini menawarkan Model Kolaborasi Pentahelix Inovasi Jawa Timur (KOPI JATIM) sebagai pendekatan untuk mempercepat inovasi daerah melalui sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, dengan BRIDA/BAPPERIDA sebagai pengorkestrasi kebijakan dan inovasi. Model ini menjawab tantangan fragmentasi inovasi, keterbatasan implementasi hasil riset, serta belum optimalnya keterlibatan dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan solusi pembangunan. Melalui pembentukan Innovation Collaboration Hub, penerapan Challenge-Based Innovation, serta pengembangan Innovation Pipeline dan dashboard pengukuran dampak, KOPI JATIM diarahkan untuk membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi, berbasis kebutuhan nyata, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas, daya saing, kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat dalam mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.