Memuat pengetahuan…
Menyiapkan kanal dan karya untuk Anda.
Policy brief ini membahas pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi peningkatan daya saing Jawa Timur dalam mewujudkan Gerbang Baru Nusantara. Meskipun pembangunan manusia menunjukkan perkembangan positif, masih terdapat tantangan berupa kesenjangan kualitas SDM antarwilayah, ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja, serta belum terintegrasinya sistem pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan industri. Sebagai solusi, policy brief ini menawarkan inovasi kebijakan JATIM TALENTA (Jawa Timur Talent and Skills Ecosystem), yaitu ekosistem pengembangan talenta lintas sektor yang mengintegrasikan data kompetensi, pendidikan vokasi, pelatihan kerja, sertifikasi, kemitraan industri, dan kebutuhan ekonomi wilayah. Inovasi ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, memperkuat hilirisasi, memperluas kesempatan kerja berkualitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan.
Jawa Timur memiliki modal pembangunan yang besar melalui kekuatan sektor industri, perdagangan, pertanian, perikanan, serta jaringan konektivitas ekonomi. Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan SDM yang unggul, adaptif, inovatif, dan sesuai kebutuhan dunia kerja. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur mencapai 76,13, tetapi masih terdapat kesenjangan kualitas SDM antarwilayah. Selain itu, besarnya angkatan kerja belum sepenuhnya diikuti peningkatan produktivitas dan kualitas pekerjaan. Ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, perubahan teknologi, serta fragmentasi program pengembangan SDM menjadi tantangan dalam meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Sebagai respons atas permasalahan tersebut, policy brief ini merekomendasikan pembentukan JATIM TALENTA (Jawa Timur Talent and Skills Ecosystem), sebuah kebijakan lintas sektor yang mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, kebutuhan industri, kewirausahaan, teknologi, dan data talenta. Inovasi ini mencakup lima agenda utama, yaitu pembangunan One Talent Data Jawa Timur, pengembangan pelatihan berbasis kebutuhan industri (demand-driven skills development), penerapan microcredential dan Jatim Skills Passport, penguatan kemitraan pemerintah–industri–perguruan tinggi, serta pengembangan talenta berbasis karakteristik dan potensi ekonomi masing-masing wilayah (place-based talent policy). Melalui pendekatan tersebut, pengembangan kompetensi diarahkan agar lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan dan memberikan dampak nyata terhadap produktivitas masyarakat.
Implementasi JATIM TALENTA dirancang melalui tiga tahapan, yakni integrasi data dan pemetaan kebutuhan kompetensi pada 2026–2027, integrasi program pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan industri pada 2027–2028, serta penguatan produktivitas dan evaluasi dampak pada 2028–2029. Keberhasilan kebijakan diukur melalui peningkatan sertifikasi kompetensi, penempatan kerja, produktivitas tenaga kerja, pendapatan, dan pengurangan kesenjangan SDM antarwilayah. Melalui penguatan ekosistem talenta yang terintegrasi, Jawa Timur diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan, tetapi juga berkembang sebagai pusat penciptaan nilai tambah, inovasi, dan produktivitas nasional dalam mendukung terwujudnya Gerbang Baru Nusantara.
Ir. Biasworo Adisuyanto AKA, MM. (2026). SDM Unggul, Jatim Berdaya Saing: Penguatan Ekosistem Talenta untuk Mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. SMART WIJEN (WIJEN Science), Versi 18. /karya/SWJ-PILOT-SCIENCE-052
Masuk ke akun Anda untuk mencatat penggunaan materi ini dalam pembelajaran atau pekerjaan Anda.
Masuk ke akun Anda untuk mencatat penerapan pengetahuan dalam organisasi Anda.
Masuk ke akun Anda untuk mengirimkan ulasan & feedback kepada Widyaiswara penyusun.
Dokumen PDF diperbarui: Policy Brief_Biasworo Adi.pdf
Thumbnail diperbarui: ChatGPT Image 17 Sep 2026, 08.41.14 (1).png
Lulus Quality Gate Editorial & Terbit Resmi