Memuat pengetahuan…
Menyiapkan kanal dan karya untuk Anda.
Policy brief ini membahas strategi penguatan hilirisasi pangan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan dan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat logistik pangan nasional. Besarnya potensi produksi pertanian belum sepenuhnya diikuti perkembangan industri pengolahan, keterpaduan rantai pasok, efisiensi distribusi, pemanfaatan teknologi digital, dan pemerataan investasi agroindustri. Berdasarkan analisis SWOT dan IFAS–EFAS, kajian ini merekomendasikan pengembangan kawasan agroindustri pangan terpadu, integrasi rantai pasok, Jatim Smart Food System, percepatan investasi agroindustri, serta penguatan Jatim Food Logistics Hub untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Jawa Timur memiliki modal strategis untuk memperkuat perannya sebagai Gerbang Baru Nusantara melalui produksi pangan, infrastruktur transportasi, pelabuhan, dan sumber daya pertanian. Namun, sebagian besar komoditas masih dipasarkan sebagai bahan baku sehingga nilai tambah ekonomi belum optimal dinikmati daerah. Keterbatasan industri pengolahan, rantai pasok yang belum terintegrasi, tingginya biaya logistik, serta belum optimalnya digitalisasi dan investasi menjadi hambatan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing pangan.
Hasil analisis SWOT dan IFAS–EFAS dalam policy brief ini menempatkan pengembangan hilirisasi pangan Jawa Timur pada Kuadran I atau strategi pertumbuhan. Posisi tersebut menjadi dasar untuk mendorong pengembangan agroindustri secara ekspansif dengan memanfaatkan kekuatan daerah dan peluang pasar. Fokus kebijakan diarahkan pada pengolahan komoditas unggulan, khususnya padi dan jagung, penguatan kemitraan dari petani hingga pasar, serta pemanfaatan data produksi, stok, distribusi, dan ketertelusuran produk untuk mendukung pengambilan keputusan.
Lima rekomendasi utama mencakup pengembangan Kawasan Agroindustri Pangan Terpadu, pembangunan sistem rantai pasok pangan terintegrasi, implementasi Jatim Smart Food System, Program Akselerasi Investasi Agroindustri, serta penguatan Jatim Food Logistics Hub. Pelaksanaannya memerlukan kolaborasi pemerintah, swasta, BUMN, BUMD, koperasi, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan. Integrasi kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, mengurangi kehilangan pascapanen dan biaya distribusi, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat pasokan pangan bagi Indonesia Timur dan Ibu Kota Nusantara.
Mochamad Suluh, S.H., M.Si. (2026). Pasok Pangan dari Jawa Timur ke Nusantara: Hilirisasi Potensi Unggulan Daerah untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Kemandirian Ekonomi. SMART WIJEN (WIJEN Science), Versi 4. /karya/SWJ-PILOT-SCIENCE-101
Masuk ke akun Anda untuk mencatat penggunaan materi ini dalam pembelajaran atau pekerjaan Anda.
Masuk ke akun Anda untuk mencatat penerapan pengetahuan dalam organisasi Anda.
Masuk ke akun Anda untuk mengirimkan ulasan & feedback kepada Widyaiswara penyusun.