Memuat pengetahuan…
Menyiapkan kanal dan karya untuk Anda.
Policy brief ini mengusulkan JATIM Disaster Intelligence System (J-DIS) sebagai model tata kelola integrasi data kebencanaan berbasis Artificial Intelligence untuk mendukung pengambilan keputusan pemerintah yang cepat, akurat, dan adaptif. Usulan ini merespons fragmentasi data antarinstansi, keterbatasan interoperabilitas, serta belum optimalnya analisis prediktif dan koordinasi lintas sektor. J-DIS dirancang untuk mengolah data multisumber menjadi informasi strategis bagi analisis risiko, peringatan dini, dan dukungan keputusan dengan tetap melibatkan pengawasan manusia. Implementasinya direkomendasikan melalui penguatan regulasi, kelembagaan, infrastruktur digital, kapasitas aparatur, dan kolaborasi multipihak guna memperkuat ketangguhan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.
Peran Jawa Timur sebagai pusat perdagangan, industri, logistik, dan konektivitas Indonesia bagian timur memerlukan tata kelola kebencanaan yang mampu melindungi masyarakat serta menjaga keberlanjutan pelayanan publik dan pembangunan. Policy brief ini mengidentifikasi persoalan utama berupa data kebencanaan yang tersebar pada berbagai instansi, perbedaan standar, keterbatasan pertukaran informasi, serta belum optimalnya pemanfaatan analisis digital. Kondisi tersebut dapat menghambat pemahaman situasi, peringatan dini, koordinasi, dan ketepatan keputusan pemerintah.
J-DIS diusulkan untuk mengintegrasikan data BPBD, BNPB, BMKG, PVMBG, perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, sensor, citra satelit, dan laporan masyarakat dalam satu ekosistem analitik. Data tersebut diolah melalui validasi, integrasi, dan analisis prediktif berbasis AI untuk menghasilkan informasi kebencanaan strategis serta mendukung sistem pengambilan keputusan. Penyajian informasi melalui dasbor eksekutif diharapkan membantu pimpinan daerah, Pusdalops, dan Bappeda dalam koordinasi serta perencanaan berbasis risiko. Tata kelola AI dirancang agar transparan, akuntabel, aman, dan tetap menempatkan manusia dalam proses penilaian serta pengambilan keputusan.
Rekomendasi kebijakan mencakup penetapan kerangka implementasi J-DIS, standardisasi dan interoperabilitas data, pengembangan infrastruktur digital, penguatan keamanan siber, serta peningkatan kompetensi aparatur. Pelaksanaan diusulkan secara bertahap dalam peta jalan 2027–2030 dengan kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, relawan, dan masyarakat. Melalui pengelolaan risiko yang terukur, J-DIS diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor dan mewujudkan tata kelola kebencanaan yang lebih prediktif, adaptif, serta berbasis bukti.
Dr. Sugito Prasetyo, S.STP., M.M. (2026). JATIM Disaster Intelligence System (J-DIS): Model Tata Kelola Integrasi Data Kebencanaan Berbasis Artificial Intelligence untuk Memperkuat Ketangguhan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. SMART WIJEN (WIJEN Science), Versi 4. /karya/SWJ-PILOT-SCIENCE-087
Masuk ke akun Anda untuk mencatat penggunaan materi ini dalam pembelajaran atau pekerjaan Anda.
Masuk ke akun Anda untuk mencatat penerapan pengetahuan dalam organisasi Anda.
Masuk ke akun Anda untuk mengirimkan ulasan & feedback kepada Widyaiswara penyusun.