Memuat pengetahuan…
Menyiapkan kanal dan karya untuk Anda.
Policy brief ini menawarkan Model Kolaborasi Pentahelix Inovasi Jawa Timur (KOPI JATIM) sebagai pendekatan untuk mempercepat inovasi daerah melalui sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, dengan BRIDA/BAPPERIDA sebagai pengorkestrasi kebijakan dan inovasi. Model ini menjawab tantangan fragmentasi inovasi, keterbatasan implementasi hasil riset, serta belum optimalnya keterlibatan dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan solusi pembangunan. Melalui pembentukan Innovation Collaboration Hub, penerapan Challenge-Based Innovation, serta pengembangan Innovation Pipeline dan dashboard pengukuran dampak, KOPI JATIM diarahkan untuk membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi, berbasis kebutuhan nyata, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas, daya saing, kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat dalam mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.
Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang ditopang sektor industri, perdagangan, pendidikan, logistik, dan konektivitas wilayah. Pada 2025, perekonomian Jawa Timur tumbuh sebesar 5,33 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp3.403,17 triliun. Namun, potensi ekonomi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh ekosistem inovasi daerah yang terintegrasi. Kolaborasi antarpemangku kepentingan masih cenderung berbasis kegiatan, hasil riset belum selalu berujung pada implementasi, dan keterlibatan dunia usaha serta masyarakat dalam penciptaan inovasi belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan kolaboratif yang mampu menghubungkan kebutuhan pembangunan dengan pengetahuan, teknologi, investasi, dan partisipasi masyarakat.
Sebagai solusi, policy brief ini mengusulkan Model Kolaborasi Pentahelix Inovasi Jawa Timur (KOPI JATIM) yang menempatkan pemerintah sebagai penentu prioritas kebijakan, akademisi sebagai penghasil pengetahuan dan riset, dunia usaha sebagai penyedia teknologi dan akses pasar, serta masyarakat sebagai mitra perancangan dan pengujian manfaat inovasi. BRIDA/BAPPERIDA berperan mengoordinasikan dan mengintegrasikan kolaborasi tersebut. Model ini diwujudkan melalui pembentukan Innovation Collaboration Hub Jawa Timur sebagai wadah kolaborasi fisik dan digital, penerapan Challenge-Based Innovation untuk menjawab permasalahan prioritas pembangunan, serta pengembangan Innovation Pipeline yang menghubungkan identifikasi masalah, riset, perancangan solusi, uji coba, evaluasi, hingga replikasi inovasi.
Implementasi KOPI JATIM juga didukung melalui pengembangan skema pembiayaan kolaboratif dan dashboard Innovation Impact untuk mengukur keberhasilan inovasi berdasarkan manfaat yang dihasilkan, bukan sekadar jumlah program atau inovasi. Target strategis periode 2027–2029 mencakup pembentukan pusat kolaborasi inovasi, penyelenggaraan tantangan inovasi tahunan, pengembangan portofolio inovasi prioritas, penguatan jejaring lintas sektor, serta mekanisme replikasi inovasi antardaerah. Melalui pendekatan tersebut, penulis mengharapkan kolaborasi pentahelix dapat menghasilkan inovasi yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak pada peningkatan produktivitas ekonomi, investasi, penciptaan lapangan kerja, kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
Ir. Biasworo Adisuyanto AKA, MM. (2026). Kolaborasi Pentahelix untuk Mempercepat Inovasi Daerah Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. SMART WIJEN (WIJEN Science), Versi 4. /karya/SWJ-PILOT-SCIENCE-045
Masuk ke akun Anda untuk mencatat penggunaan materi ini dalam pembelajaran atau pekerjaan Anda.
Masuk ke akun Anda untuk mencatat penerapan pengetahuan dalam organisasi Anda.
Masuk ke akun Anda untuk mengirimkan ulasan & feedback kepada Widyaiswara penyusun.