Memuat pengetahuan…
Menyiapkan kanal dan karya untuk Anda.
Policy Brief ini menawarkan model MBG Circular Kitchen sebagai inovasi pengelolaan limbah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terintegrasi untuk mendukung Sidoarjo ASRI. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi meningkatkan timbulan sisa pangan dan limbah dapur sehingga diperlukan pengelolaan sejak sumber melalui pemilahan, penimbangan, pencatatan, pengolahan, pemanfaatan, dan evaluasi berbasis data. Model ini mendorong penerapan teknologi yang sesuai karakteristik limbah, seperti kompos, BSF, biodigester, daur ulang, pengolahan minyak jelantah, serta ekoenzim sebagai salah satu alternatif. Implementasinya direkomendasikan melalui pilot 5–10 SPPG selama 6–12 bulan dengan SOP lintas sektor, waste audit, monitoring, dan evaluasi biaya, manfaat, keamanan, serta dampak lingkungan sebelum diperluas.
**MBG Circular Kitchen** merupakan gagasan pengelolaan limbah SPPG yang mengintegrasikan pencegahan, pemilahan, penimbangan, pencatatan, pengolahan, pemanfaatan, dan evaluasi dalam satu sistem kerja. Policy brief ini berangkat dari tantangan pengelolaan sampah di Kabupaten Sidoarjo serta potensi bertambahnya limbah dapur akibat Program Makan Bergizi Gratis. Model yang diusulkan menempatkan setiap SPPG bukan hanya sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga sebagai titik awal pengurangan sampah dan pengembangan ekonomi sirkular.
Permasalahan utama terletak pada belum optimalnya pemanfaatan limbah organik dapur SPPG akibat ketidakterpaduan kebijakan operasional, kompetensi SDM, metode pemilahan, sarana, data, dan koordinasi. Solusi yang ditawarkan adalah pilot Circular Kitchen dengan alur **Pilah → Timbang → Catat → Seleksi → Fermentasi → Uji → Manfaatkan → Evaluasi**. Jenis limbah dipilih sesuai karakteristiknya untuk diolah melalui kompos, BSF, biodigester, daur ulang, pengolahan minyak jelantah, atau ekoenzim. Penggunaan hasil olahan harus mengikuti SOP dan hasil pengujian yang sesuai.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo direkomendasikan menetapkan pilot 5–10 SPPG selama 6–12 bulan, mewajibkan pemilahan dan waste audit, menyusun SOP lintas sektor, membangun sistem monitoring, serta mengukur timbulan, volume limbah yang dialihkan, biaya, mutu, dan kepatuhan. Keputusan scale-up dilakukan setelah evaluasi baseline–endline dan analisis biaya-manfaat. Dengan pendekatan berbasis bukti, MBG Circular Kitchen diharapkan mendukung pengurangan sampah dari sumber, pemberdayaan masyarakat, dan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Sumiati, S.KM., M.Si. (2026). MBG Circular Kitchen: Pengelolaan Limbah SPPG Terintegrasi Mendukung Sidoarjo ASRI. SMART WIJEN (WIJEN Populer), Versi 5. /karya/SWJ-PILOT-POPULER-116
Masuk ke akun Anda untuk mencatat penggunaan materi ini dalam pembelajaran atau pekerjaan Anda.
Masuk ke akun Anda untuk mencatat penerapan pengetahuan dalam organisasi Anda.
Masuk ke akun Anda untuk mengirimkan ulasan & feedback kepada Widyaiswara penyusun.